Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

Prabowo Subianto: Ongkos Politik Di Indonesia Sangat Mahal

Buletin Nasional . Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mendukung penuh upaya untuk meminimalkan ongkos politik di Indonesia. Salah satunya dengan kebijakan dana saksi dibebankan kepada negara. "Jadi saya sangat mendukung, kita harus cari jalan bagaimana kita kurangi political cost kalau bisa. saya sangat mendukung upaya upaya itu tentunya jangan memberatkan penghasilan negara," ujar Prabowo di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu, (24/10/2018). Menurutnya sistem politik di Indonesia sekarang ini membuat biaya politik menjadi mahal. Media kampanye seharusnya dianggap sebagai publik service sehingga tidak menggunakan uang pribadi. Dengan seperti itu menurutnya maka setiap pasangan calon di Pemilu memiliki kesempatan dan porsi yang sama dalam mensosialisasikan visi dan misinya. "Dunia maya bukan milik swasta, itu milik bangsa dan negara dan rakyat. jadi kalau untuk publik service untuk kepentingan masyarakat ya harusnya engga bayar. Baliho selama masa kamp...

Pengamat Menyebutkan Ada Gejala Politik Olok-Olok Di Masa Kampanye

Poros Nasional . Pengamat politik dari Exposit Strategic Arif Susanto menyebut ada gejala politik olok-olok di dua bulan masa kampanye Pemilihan Umum 2019. Menurut dia gejala politik olok-olok itu terlihat dari kelakuan para elite politik yang cenderung saling serang dengan pernyataan-pernyataan menohok dan cenderung emosional. Ia mengatakan gejala politik olok-olok ini mengesankan dangkalnya gagasan politik para elite. "Pada masa kampanye kini kita mendapati suatu gejala politik olok-olok yaitu ketika elite politik lebih sering mengeksploitasi emosi massa lewat pernyataan menohok ketimbang mengeksplorasi keunggulan lewat tawaran program," ujar Arif dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (21/11). Ia memaparkan beberapa bentuk politik olok-olok. Pertama para elite menyampaikan pesan yang superfisial, dangkal, tidak substansial dan cenderung mengada-ada. Salah satu adalah pernyataan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga soal tempe setipis ATM. Bentuk ...